Takdir….. Part 2

”kemarin aku dengar lagu yang mungkin baru diputar pertama kalinya”

”Oh ya, memang lagu apa?”

” nah itu dia, aku cuma hafal satu bait dari lagu itu, entah siapa pengarangnya ataupun judul lagunya, yang penting lagu itu sangat bagus di telingaku”

” lalu bagaimana caranya kamu tahu siapa dan apa tentang lagu itu”

Aku hanya mengangkat pundakku. Tak tersa waktu istirahat telah usai. Secara kebetulan guru untuk jam selanjutnya tidak ada, sehingga banyak dari teman kelasku yang pulang begitu saja. Yang tersisa hanya aku, Fairy dan Susan. Dan anak baru yang tetap tidak berpindah dari tempat duduknya sejak pagi tadi.

” aku Fairy, ini Susan dan Reiz, salam kenal, kalau kamu?”

”Oh aku Tria”

”Pindahan dari mana?”

Akhirnya sedikit demi sedikit Tria mau untuk membuka dirinya, walaupun itu hanya sepatah dua patah kata itu tak masalah. Ternyata dia pindahan dari SMPN 5 Sukabumi. Dia adalah anak seorang arsitek ternama di kotanya dulu, sekarang ayahnya dipindah tugaskan di Surabaya dan tinggal di Sidoarjo.

”Kamu dari tadi pagi kok diam saja?”

“mmm.. itu… supaya aku tidak terlalu dekat dengan orang lain”

“Lho memangnya kenapa?”

Sungguh diluar dugaan!. Sekarang aku mulai mengerti mengapa Tria bersikap seperti itu kepada teman-teman di kelas. Ibunya meninggal ketika di berumur lima tahun, karena terkena asma. Dan sungguh tidak diduga Tria juga menderita penyakit yang sama seperti penyakit ibunya. Tria memintaku Fairy, dan susan untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada siapapun dan apapun yang terjadi.

”Maaf kami salah mengerti tentang dirimu, Tria”

”Oh nggak masalah kok! Memang aku seperti itu”

Tin tin! Terdengar suara bel mobil di depan sekolah. Itu mobil Tria, dan yang menjemput adalah ayahnya. Tetapi ada sesuatu hal yang tidak aku mengerti, sepertinya mereka terlalu merahasiakan kehidupan mereka. Entah karena aku yang terlalu ingin tahu, atau mereka yang terlalu menutupi .

Tria pun pamit dan segera meninggalkan kami bertiga.

”Eh, tragis banget ya hidupnya Tria”

”ya, aku saja tidak habis pikir”

“Ternyata dunia begitu luas ya”

Aku kemudian segera pulang ke rumah, dengan mengendarai sepeda warisan itu. Aku kembali teringat akan sebait lagu yang kudengar di radio kemarin. Sepanjang perjalanan aku mengaitkan cerita Tria dan lagu itu. Dan kuputuskan untuk mampir di warnet dekat rumah sebelum aku pulang.

Ternyata aku bertemu dengan Tyo. Aku sangat heran ketika dia berkumpul dengan preman kampung yang memang sering mangkal di dekat warnet. Dan lebih herannya lagi, dia merokok!. Tak kusangka dia seperti itu selama ini.

Aku segera mengambil tempat di warnet sebelum Tio melihatku. Aku mencoba kembali menyusun pikiranku. Dan aku mulai menemukan jawabannya, Tio memang terlahir di lingkungan yang tanpa kasih sayang. Ayahnya bekerja siang malam untuk selalu mencari uang, begitu pula dengan ibunya yang seorang sekretaris di kantor swasta ternama. Jadi, Tio kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, sehingga dia memutuskan untuk mencari jati diri sendiri, tanpa mempedulikan kedua orang tuanya.

Aku kembali pada tujuan awalku. Aku mencari info tentang lagu itu, lewat search enggine. Tetapi hasil yang ku cari nihil. Tidak ditemukan satu patah katapun tentang lagu itu. Akhirnya aku pulang kerumah dengan tangan hampa.

to be continue…

Advertisement

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.