Nasib sang debu…
Dihempas angin,
Diterpa badai,
berlalu lalang
di tengah hawa yang gersang
tak ada tujuan yang berarti
tak ada orang yang tahu
tak ada keluarga yang temani
dan tak ada senyuman yang berharga
Reff: aku adalah debu yang tak berarti
yang melintasi…
jalanan diterpa angin
melewati awan
melintasi langit
dan jatuh turun ke bumi..
hanya untuk jalani hidup ini
hidup hanyalah sesaat
terombang-ambing dalam lautan cobaan
berlayar di tengah derita
berlabuh di ladang sesal
terkadang debu tak tahu berbuat
hingga ia tenggelam
ke dalam pusaran tangis
ia berusaha keluar,
tapi hanya sakit yang ia dapatkan
tetesan peluh tak berarti
hanya menghias rona wajah ini
Debu tak ingin terus begini
debu ingin hal yang baru
ia ingin dihargai..
dan ia tak ingin dipandang hina
kemudian…
sang debu berkumpul dengan yang lainnya
debu lain menjadi satu dengan yang lainnya
dan menjadi gumpalan yang maha besar
sang debu kini tak sendiri
meskipun hati kian teriris
ia tetap menjadi sesuatu baru
yang mungkin orang tak tahu
Behind the song…
Lagu ini mengisahkan kesendirian seseorang di dalam dunianya, untuk menghadapi masalah demi masalah yang dia hadapi dia lakukan sendiri. tidak ada seorang yang membantunya meskipun itu tampak di depan mata. dia menganggap dirinya tak lebih hanya seorang debu yang tak bisa dilihat dan tak bisa bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya. Debu ini mengisahkan sifat pesimis yang pasti dimiliki setiap manusia di dunia ini. tetapi sifat pesimis itu harus di tepis dengan optmisme yang besar. dan kesendirian itu didapat bukan karena orang yang menjauhi, melainkan kita yang mmilih jalan itu. the last, sang debu pu berusaha bangkit dar keterpurukkan dan dia mampu melakukannya.