hehehehehehe… bisa juga buat web… jangan lupa sering kasih comment yoh…
Nasib sang debu…
Posted in my best song.. on November 16, 2008 by reizDihempas angin,
Diterpa badai,
berlalu lalang
di tengah hawa yang gersang
tak ada tujuan yang berarti
tak ada orang yang tahu
tak ada keluarga yang temani
dan tak ada senyuman yang berharga
Reff: aku adalah debu yang tak berarti
yang melintasi…
jalanan diterpa angin
melewati awan
melintasi langit
dan jatuh turun ke bumi..
hanya untuk jalani hidup ini
hidup hanyalah sesaat
terombang-ambing dalam lautan cobaan
berlayar di tengah derita
berlabuh di ladang sesal
terkadang debu tak tahu berbuat
hingga ia tenggelam
ke dalam pusaran tangis
ia berusaha keluar,
tapi hanya sakit yang ia dapatkan
tetesan peluh tak berarti
hanya menghias rona wajah ini
Debu tak ingin terus begini
debu ingin hal yang baru
ia ingin dihargai..
dan ia tak ingin dipandang hina
kemudian…
sang debu berkumpul dengan yang lainnya
debu lain menjadi satu dengan yang lainnya
dan menjadi gumpalan yang maha besar
sang debu kini tak sendiri
meskipun hati kian teriris
ia tetap menjadi sesuatu baru
yang mungkin orang tak tahu
Behind the song…
Lagu ini mengisahkan kesendirian seseorang di dalam dunianya, untuk menghadapi masalah demi masalah yang dia hadapi dia lakukan sendiri. tidak ada seorang yang membantunya meskipun itu tampak di depan mata. dia menganggap dirinya tak lebih hanya seorang debu yang tak bisa dilihat dan tak bisa bermanfaat bagi orang lain di sekitarnya. Debu ini mengisahkan sifat pesimis yang pasti dimiliki setiap manusia di dunia ini. tetapi sifat pesimis itu harus di tepis dengan optmisme yang besar. dan kesendirian itu didapat bukan karena orang yang menjauhi, melainkan kita yang mmilih jalan itu. the last, sang debu pu berusaha bangkit dar keterpurukkan dan dia mampu melakukannya.
Kecewa
Posted in my best song.. on November 16, 2008 by reizKecewaKu tersenyum di balik derita
Ku tertawa di dalam kelamnya malam
Ku tak ingin ini terjadi
Tetapi kau yang menjadikan ini nyata
Kau hempaskan ku di tengah awan badai
Sebelum kau tahu apa isi hatiku
Kau benar ingin tinggalkan ku
Kini kau buatku kecewa
Reff : Kecewa..
Diriku kecewa
Dirimu yang buatku hancur
Apakah..
Ini sebua pertanda..
Diriku memang tak pantas untukmu..
Behind the Song…
Lagu ini menceritakan kisah hidup seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang disayangi, tanpa ada sebab yang mengharuskan orang itu meninggalkan dia. Sebelum dia menyatakan perasaannya pada orang tersebut, sudah terlanjur dia ditinggalkan oleh orang yang disayangi. begitu kecewa… sehingga dia menganggap dirinya tidak pantas untuk orang itu…
Takdir….. Part 2
Posted in 5:tahun 1: Fase 1 on November 16, 2008 by reiz”kemarin aku dengar lagu yang mungkin baru diputar pertama kalinya”
”Oh ya, memang lagu apa?”
” nah itu dia, aku cuma hafal satu bait dari lagu itu, entah siapa pengarangnya ataupun judul lagunya, yang penting lagu itu sangat bagus di telingaku”
” lalu bagaimana caranya kamu tahu siapa dan apa tentang lagu itu”
Aku hanya mengangkat pundakku. Tak tersa waktu istirahat telah usai. Secara kebetulan guru untuk jam selanjutnya tidak ada, sehingga banyak dari teman kelasku yang pulang begitu saja. Yang tersisa hanya aku, Fairy dan Susan. Dan anak baru yang tetap tidak berpindah dari tempat duduknya sejak pagi tadi.
” aku Fairy, ini Susan dan Reiz, salam kenal, kalau kamu?”
”Oh aku Tria”
”Pindahan dari mana?”
Akhirnya sedikit demi sedikit Tria mau untuk membuka dirinya, walaupun itu hanya sepatah dua patah kata itu tak masalah. Ternyata dia pindahan dari SMPN 5 Sukabumi. Dia adalah anak seorang arsitek ternama di kotanya dulu, sekarang ayahnya dipindah tugaskan di Surabaya dan tinggal di Sidoarjo.
”Kamu dari tadi pagi kok diam saja?”
“mmm.. itu… supaya aku tidak terlalu dekat dengan orang lain”
“Lho memangnya kenapa?”
Sungguh diluar dugaan!. Sekarang aku mulai mengerti mengapa Tria bersikap seperti itu kepada teman-teman di kelas. Ibunya meninggal ketika di berumur lima tahun, karena terkena asma. Dan sungguh tidak diduga Tria juga menderita penyakit yang sama seperti penyakit ibunya. Tria memintaku Fairy, dan susan untuk tidak membocorkan rahasia ini kepada siapapun dan apapun yang terjadi.
”Maaf kami salah mengerti tentang dirimu, Tria”
”Oh nggak masalah kok! Memang aku seperti itu”
Tin tin! Terdengar suara bel mobil di depan sekolah. Itu mobil Tria, dan yang menjemput adalah ayahnya. Tetapi ada sesuatu hal yang tidak aku mengerti, sepertinya mereka terlalu merahasiakan kehidupan mereka. Entah karena aku yang terlalu ingin tahu, atau mereka yang terlalu menutupi .
Tria pun pamit dan segera meninggalkan kami bertiga.
”Eh, tragis banget ya hidupnya Tria”
”ya, aku saja tidak habis pikir”
“Ternyata dunia begitu luas ya”
Aku kemudian segera pulang ke rumah, dengan mengendarai sepeda warisan itu. Aku kembali teringat akan sebait lagu yang kudengar di radio kemarin. Sepanjang perjalanan aku mengaitkan cerita Tria dan lagu itu. Dan kuputuskan untuk mampir di warnet dekat rumah sebelum aku pulang.
Ternyata aku bertemu dengan Tyo. Aku sangat heran ketika dia berkumpul dengan preman kampung yang memang sering mangkal di dekat warnet. Dan lebih herannya lagi, dia merokok!. Tak kusangka dia seperti itu selama ini.
Aku segera mengambil tempat di warnet sebelum Tio melihatku. Aku mencoba kembali menyusun pikiranku. Dan aku mulai menemukan jawabannya, Tio memang terlahir di lingkungan yang tanpa kasih sayang. Ayahnya bekerja siang malam untuk selalu mencari uang, begitu pula dengan ibunya yang seorang sekretaris di kantor swasta ternama. Jadi, Tio kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya, sehingga dia memutuskan untuk mencari jati diri sendiri, tanpa mempedulikan kedua orang tuanya.
Aku kembali pada tujuan awalku. Aku mencari info tentang lagu itu, lewat search enggine. Tetapi hasil yang ku cari nihil. Tidak ditemukan satu patah katapun tentang lagu itu. Akhirnya aku pulang kerumah dengan tangan hampa.
to be continue…
Takdir….. part 1
Posted in 5:tahun 1: Fase 1 on November 16, 2008 by reizKisah ini dimulai ketika tape radio tua bapak terdengar di telingaku..
“jangan kau… jangan pernah… jangan pergi… jangan pernah pergi dariku…”
Lagu asing yang kudengar ditelingaku ketika mentari akan terbenam di akhir bulan Juli. Aku terpaku mendengar lagu itu. Entahlah, mungkin itu lagu yang selama ini ku cari dan ku nanti, setelah ribuan lagu diciptakan,
”Neng itu lagu siapa?”
” mana ku tahu? Orang aku juga baru dengar!”
Lagu itu kembali teralun, sebelum batere radio bapak habis. Aku mencoba kembali mengingat lirik dan nada dari lagu itu. Pet! Listrik di rumah mati, seperti biasa pemadaman listrik bergilir.
Keesokan harinya aku berangkat menuju kesekolah dengan menggunakan sepeda warisan turun temurun keluargaku. Yap, aku memang terlahir di keluarga sederhana, hasil perkawinan antara adat Sunda dan jawa. Dan memutuskan untuk tinggal di kota asri, damai nan tentram sebelum kejadian lumpur lapindo merenggut banyak wilayah di kotaku. Aku sulung dari dua bersaudara, adikku biasa kupanggil “neng ” agar adat dari sunda tidak hilang begitu saja.
Di dalam perjalanan tak hentinya ku bersaenandung satu bait lagu “tanpa nama” yang paling aku sukai. Kemudian laju sepedaku melemah seirng berakhirnya bait lagu itu. Psst! Ban sepedaku kembali bocor di tempat biasanya.
“ Sial! Ban bocor lagi, mana bisa sampai lebih awal”
“Oi mas! Bocor lagi ya!”
Mas Darno adalah tukang tambal ban yang biasa menambal ban tuaku ini. Segera saja kutuntun menyebrangi jalan agar tidak terlalu lama.
“bocor lagi ya, kenapa tidak beli sepeda baru saja?”
“Ah, tidak perlu mas itu saja masih bagus, tidak hemat namanya”
Kembali kudengar lagu itu di radio milik mas Darno. Tetapi, belum sempat ku bertanya, sepeda telah selesai di tambal.
“ini bang,”
“iya, makasih dek!”
Dengan sekuat tenaga ku kayuh sepeda menuju sekolah. Tetapi apa daya, namanya nasib telat tidak dapat ditolak lagi. Segera kuparkirkan di samping sekolah dan buru-buru masuk ke dalam.
”Pintar sekali kamu! Baru beberapa minggu jadi siswa kelas tiga sudah berani terlambat!”
Ucapan bu Ning, guru matematika sekolahku seolah menggema di ruang kelas.
” bocor lagi kali bu!”
Tio menimpali sebelum aku sempat menjawab. Tio adalah anak seorang pejabat pemerintah yang sangat kaya raya, dia saja sudah punya dua motor dalam waktu satu tahun ini. Memang sedikit menyebalkan tetapi memang itulah dia. Dia orang yang sangat pesimis, bahkan dia tidak bisa menghargai dirinya sendiri di dalam hidupnya. Singkat cerita, kulalui pelajaran itu, tanpa konsentrasi. Sepertinya ada yang beda di saat aku memasuki ruangan kelas, ternyata ada siswi baru di sekolah. Dia duduk di pojok belakang tanpa ada yang mau menemani.
” Eh, Fia itu anak baru ya?? Kok duduk sendiri”
”Entahlah, aku juga tidak tahu, dia saja tidak mau memperkenalkan diri tadi”
Fairy, teman sebangkuku dia mungkin anak yang paling pendiam di kelas. Tetapi tidak jika aku yang mengajaknya bicara. Dia adalah anak seorang musisi dan tinggal di sebuah desa sedikit jauh dari kota. Tetapi keinginan hidupnya sangat kuat untuk meraih cita-citanya sebagai seorang musisi. Penerus kedua orang tuanya.
to be continue…